Maman S. Mahayana *
Selama ini, pembicaraan mengenai sastrawan Angkatan 45 selalu terfokus pada diri Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin. Ketiga penyair inilah yang kita kenal lewat antologi puisinya, Tiga Menguak Takdir (1948). Mereka pula yang menyatakan sikap berkeseniannya dalam Surat Kepercayaan Gelanggang yang dimuat dalam majalah Siasat, 23 Oktober 1950.
Selama ini, pembicaraan mengenai sastrawan Angkatan 45 selalu terfokus pada diri Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin. Ketiga penyair inilah yang kita kenal lewat antologi puisinya, Tiga Menguak Takdir (1948). Mereka pula yang menyatakan sikap berkeseniannya dalam Surat Kepercayaan Gelanggang yang dimuat dalam majalah Siasat, 23 Oktober 1950.